Monday, 20 June 2016

On a journey





Sampai Semarang lagi... Ibarat novel on a journey ini aku adalah Ruby Tuesday yang sedang terdampar di rumah ibu - ibu tua yang bekerja di warung makan milik pak Sam... Lalu, aku mencuci pakaian - pakaian kotor yang selama beberapa hari dipakai di perjalanan. Ahahaha.

Perjalananku ini aku mulai dari hari kamis dengan menggunakan kereta api express menuju Semarang yang terkenal dengan wisata Lawang Sewu-nya itu. Bercengkrama dengan sahabat, mengunjungi tempat belanja, lalu perjalanan aku teruskan ke Pekalongan yang terkenal sebagai kota batik dengan menggunakan kereta api Kamandaka. Pada hari pertama di Pekalongan, aku mengikut saja ke Pemalang. Kabupaten yang ada di sebelah barat kota batik. Tidak menginap dan hanya beberapa jam saja. Mengunjungi makam, mengunjungi saudara - saudari. Bergegas kembali ke Pekalongan. Hari berikutnya is saturday. Mengadakan semacam reoni kecil dengan teman kuliah. Memutuskan untuk buka bersama di tengah - tengah hujan yang cenderung tidak deras tapi lumayan basah lah kalo kita tetap mematung di jalan akibat tempat makan full. Sebenarnya dapat sih tempat makan. Sayangnya dapat tempat outdoor dan shikataganai ketika hujan membumi pelayan pun tak bisa berbuat banyak untuk menolong kita. So, kita beranjak ke tempat yang lain. Huff... ini kejutan! Zonk lagi!! Full booked. Karena lelah dan juga hujan kian renyah kita memutuskan untuk menunggu saja sembari mencari cemilan di warung - warung tenda depan tempat makan tersebut. Uwhh, niat mencari batagor nemunya empek - empek. Gak papa lah, ini maknyus banget... Mungkin aku agak lebay sih, tapi menurut aku empek - empek ini paling juara dari empek - empek yang sebelumnya yang pernah aku makan. Well, ludes deh!! Tapi, seperti biasa selayaknya makan bakso, soto, sup, atau makanan berkuah lainnya aku memang tidak demen menghabiskan kuah dan selalu menyisakannya. Maafkan aku wahai, kuah. Hehe... Setelah itu, kita kembali ke tempat makan dan memesan makanan dikaa orang - orang yang tadinya tumpah ruah mulai menghambur meninggalkan tempat. Lumayan lah... reoni kecil ini sukses bisa dibilang begitu.  Setidaknya buka bersama ini berkesan karena ada aroma hujan di bulan Juni yang mewangi. Hehe... Lanjut lagi yaa malamnya nonton the conjuring 2 yang terkenal sama setannya yang kayak suster dandanannya itu namanya valak. Gileee,,, sampai sekarang masih lebayang aja horoornya. Hiii

Hari berikutnya perjalanan lanjut ke temen kuliah juga. Berhubung datangnya kesorean pulangnya pun jelang maghrib. Ehh... pas udah pamitan malah bedug maghrib... dung dung dung... Yahh,,, udah saliman dan pamit pulang malah gak jadi dan malah makan soto, ngemil opak dan gorengan, minum teh. Ajaib!! Aku bisa doyan soto pekalongan yang pakek taucho itu. Iiihhh... Tapi, seperti biasa kuah gak bakal abis deh!! Hehe

Dan, hari ini pulang balik Semarang lagi. Emang yaa... Kayaknya aku emang gak bisa move on deh dari kota atlas ini. Secara donatello n my sorella ada di kota ini. Ehh... ehh... kok sebut merk dan nglantur. Hahaha... bermodalkan naik kereta api Kaligung aku turun di Poncol stasiun. Yeee,,, resmi nyampe Semarang lagi... kali ini tujuannya ke rumah tante di Semarang Barat. Kemarin pas masih di Pekalongan temenku si Bee kan bbm-an sama aku. Nah, aku cerita gitu ke dia pengen melakukan perjalanan pake motor tante. Semacam mengikuti Novel yang aku baca kemarinan. Tapi, sekarang uda Nyampe Semarang. Tapi, hasrat itu udah melemah. Kalah sama capek... hufft... Iya, capek badan... Now, i'm in Semarang!!

0 comments:

Post a Comment