Permen Karet
Beberapa tahun silam ada bocah perempuan kira - kira umurnya 12 tahun kurang sekian bulan dengan tubuh yang lumayan tinggi untuk anak seusianya dan badan yang bisa jadi lumayan subur sampai - sampai teman sekelasnya memanggil "kentung" (kentung adalah nama tokoh yang berbadan besar nan jumbo diserial TV "Tuyul dan Mbakyul" yang terkenal sekali pada jaman itu). Tiba - tiba bocah itu dipanggil ke depan kelas. Bukan perkara dia nakal, tak taat aturan atau membuat ulah yang mengecewakan gurunya. Guru yang memanggilnya ke depan kebetulan adalah wali kelasnya. Guru itu bernama pak Nasrudin. Guru yang mengampu pelajaran IPA. Pak Nas (panggilan dari murid - muridnya) memang terkenal selalu mengetes kemampuan murid - muridnya dengan memberikan sejumlah pertanyaan diawal jam pelajaran. Untuk itu banyak murid berlomba-lomba menghafal materi IPA yang diajarkan pak Nas. Kali ini nampaknya bocah berusia 12 tahun itu dipanggil ke depan kelas sudah tentu bukan karena ingin ditest tentang hewan karnivora atau materi IPA yang sejenisnya. Toh, THB (UAS jaman dulu disebut THB diadakan 1 tahun 3 kali) sudah usai. Di sisi lain nampak wajah murid laki-laki yang berada di kelas itu wajahnya nampak lesu dan muram sambil sesekali melirik ke arah bocah perempuan yang dipanggil wali kelas itu. Sedangkan bocah yang dipanggil "kentung" tadi itu nampak deg - deg an ketika di panggil wali kelas. Sambil terheran - heran si "kentung" maju ke depan kelas mendekat ke wali kelas. Wali kelas tampak memegang sebuah buku bersampul hijau. Yaa... bersampul hijau. Sambil sesekali wali kelas itu membolak - balikkan halaman buku bersampul hijau itu. "Ada apa, pak?" Tanya bocah itu polos. Wali kelas malah senyam senyum. dan bertanya "kalau rangking satu janji apa untuk teman - teman?". Bocah bongsor itu meringis tak paham "permen karet" jawabnya tanpa pikir panjang karena waktu itu dipikirannya ingin cepat - cepat makan permen karet. "Tapi kan gak mungkin, pak". Sambil meringis lagi tapi matanya mengarah ke bocah laki-laki yang nampak lesu tadi. Bocah laki - laki tadi senyum kecut. Akhirnya wali kelas pun berujar "ini raportnya. Kali ini nomor 1. Besok permen karetnya dibagi sekelas".
Bocah kecil Itu baru mengerti maksud senyum kecut bocah laki - laki tadi. Karena apa? Karena dari bertahun - tahun dia nomor 1 di kelas. Mungkin dia sedikit kecewa karena dia jadi nomor 2. itu pertama kalinya bocah perempuan dapat nomor 1. Dari dulu ibunya selalu menjanjikan jika dia nomor 1 di kelas, ibunya akan membelikan kue tart mini yang ada permen warna - warni isi coklat. itu adalah kue kesukaannya. Selain itu akan diajak membeli jelly warna ungu di swalayan kota. Walopun sebenarnya tanpa jadi nomor 1 pun ibunya selalu membelikan kue dan jelly itu cuma waktunya agak mundur. Hehe...
Dan, bocah umur 12 tahun itu adalah aku. Bocah yang dari kecil doyan cokelat merk "jago", permen karet "Big Babol dan Lotte" dan es krim kacang hijau depan pasar yang bungkusnya plastik transparan. Hobby nyari "plesetan" alias kata - kata geje di balik tutup botol "fanta" sambil mbrosot - mbrosot demi nyari "plesetan" di bawah kursi bapak - bapak yang lagi ngopi. 😄
0 comments:
Post a Comment