Kamu Pilih Kurban Apa?
Akhir tahun 2011 lalu aku mengikuti Kuliah Kerja Nyata atau yang lebih gampang disebut KKN. KKN ku kali itu ada di Kecamatan Losari kabupaten Brebes. Perbatasan Cirebon tepatnya. Selama 45 hari aku berada di lokasi KKN. Tapi, aku sempat ijin dua kali. Pertama, aku ijin ke Jogja untuk mengikuti ujian Bahasa Jepang Nouryoku shiken kalau dalam Bahasa Inggris mungkin ini ujian semacam TOEFL. Kedua, aku ijin pengen pulang ke Semarang.
.
Oh ya, sebelum KKN aku sempat mengikuti PPL (magang ngajar) di sana aku bertemu dengan teman - teman yang gokil banget. Kayak sodara bener. Tiap hari bersama mereka muter - muter terus jalan - jalan. Jadi gak kerasa PPL nya. Berbeda dengan PPL, KKN jumlah personelnya lebih sedikit hanya 8 orang saja dari jurusan dan fakultas berbeda.
.
Sewaktu KKN, bertepatan pula dengan Hari Raya Idul Adha. Rasanya pengen nangis bahkan aku sudah nangis di pojokan kamar karena Idul Adha jauh dari keluarga. Apalagi aku tidak bisa sholat Ied seperti ketujuh temanku. Tiba - tiba hape ku berdering. Ternyata itu dari Cece Umi. Teman PPL yang dapat jatah KKN di Wonosobo padahal rumahnya sebenarnya Brebes. Hehe. Dia meneleponku menanyakan keadaanku. Sambil nangis dan ketawa aku menjawab pertanyaan Cece. Sambil ngobrol - ngobrol mengingat jaman PPL. Haha. Cece nyemangatin aku. Setelah percakapan kita selesai. Aku kembali menangis di pojokan. Betapa sedihnya Idul Adha jauh dari keluarga. Ada bapak ibuk induk semang yang baik hati tapi tetap saja ada yang kurang rasanya.
Itu kisah tahun 2011.
Kini, memasuki 2017 Idul Adha sudah datang lagi. Alhamdulillah... Kali ini aku bersama keluarga. Tapi, ada yang kurang. Suami entah kenapa dia tidak pulang. Jarak sekitar 300km harusnya tetap bisa membuatnya pulang. Baginya mungkin biasa tapi bagiku tidak. Ada ganjalan pedih di dada. Bukan hanya karena tidak tepat janji saja karena memang dia pernah bilang Idul Adha bakal di sini, tapi apakah tidak bisa dibedakan moment seperti ini dengan moment biasa. Sudah punya pasangan kenapa harus mentingkannya yang lain?
Ah, sudahlah kalo aku bilang begini pasti nanti dianggap cerewet.
Oke, tahun ini kurban perasaan dulu. Semoga tahun depan bisa kurban hewan ternak. Aamiin...
.
Noted: berpura - puralah bahagia sampai lupa rasanya berpura - pura.
0 comments:
Post a Comment