Monday, 12 February 2018

Korban Dilan





Jadi ceritanya ini ya aku hari Jumat tanggal 10 februari 2018 aku nonton film yang booming "Dilan 1990". Dampaknya dahsyat banget.  Dari segi keguruan (karena aku guru)  di situ aku jadi makin paham bahwa ketika kita melihat sesuatu yang kurang tepat pada murid, hendaknya kita tanya dulu "kenapa?  Ada apa?" dan seterusnya.   Lalu biarkan murid menjelaskan dengan Versinya.  Baru kita bisa ambil tindakan yang mendidik. 
.
.
Oke,  berikutnya.  Dari segi romantis ala tahun 90-an jelas film ini sangat membuat terbawa perasaan (baper).  Siapa wanita yang tidak senang diberi puisi - puisi yang Indah,  unik,  dan menarik.  Bukan rahasia umum kalau puisi itu merupakan produk romantisme. Nah,  berhubung aku sudah menikah gak mungkin kan aku kembali ke masa SMA layaknya anak SMA.  Haha... Tapi,  paling tidak yang bisa aku ambil dalam kehidupan bersama suami adalah keromantisan,  keamanan, kenyamanan yang menyenangkan.  Tidak menuntut dia harus seperti Dilan ya tentu tidaaaaak...   Tidak sama sekali.  Bedaaa jelaaas bedaaa. Tapi,  paling tidak dari situ kita tahu bahwa dalam sebuah hubungan hal romantis itu diperlukan agar semuanya tetap segar dan bergairah.  Hahaha.  Kalo dikata "gak perlulah begitu (romantis) kan uda tau kan yang penting cinta". Aku sangat tidak setuju dengan perkataan ini.  Kenapa?  Memangnya segala sesuatu ada yang abadi?  Tapi paling tidak kita bisa meminimalkan kebosanan dengan selalu membuat semua Indah agar tidak monoton. Gak perlu mahal atau mewah.  Cukup yang sederhana.  Semisal ucapkan selamat tidur.
.
.
Jadi virus film Dilan itu masih melandaku.  Malam ini aku sengaja wasap ke suami yang biasa aku sebut dengan "papah banana alias popa". Aku ucapkan selamat malam.  Dibalas "malam juga".  Lalu aku iseng "kok aku nggak diucapin selamat tidur?" dan bla bla bla.  Sampai akhirnya aku bilang kok sekarang suami itu gak romantis.  Nah, versi suami bilang dengan bercanda seadanya karena katanya sudah tua ngapain yang penting cintanya jelas. Jawaban itu membuat aku sangat tidak sependapat, bagiku kalo cinta tanpa dikembangin dipoles - poles dengan moment - moment Indah, menyenangkan pasti cinta itu tidak akan lebih segar (kering tak menarik).  Layaknya pepatah lama "cinta itu harus dipupuk". Karena hati itu bisa berbolak balik. Jadi harus meminimalkan kehambaran dengan hal - hal yang menyenangkan, salah satunya dengan romantisme. Tiba - tiba suami nanya kenapa aku kok jadi gini mbahas - bahas keromantisan dan protes - protes tentang hal - hal yang gak romantis. Jangan - jangan karena ada seseorang. Yaa elah,, aku jawab lah ini gara - gara Dilan.  Ya kan di film Dilan 1990 itu kan si Dilan begitu romantis tiap malam ngucapin selamat tidur buat Milea.  Pengen juga kali ini nyonya digitukan sama tuan :( la kok malah dipikir ada yang aneh.  Begitulah akhirnya percakapan berujung ke "kecurigaan" lalu diakhiri dengan ngambek -_-

.
.
Fix ini semua gara - gara Dilan -_-
#korbandilan
#iqro'

0 comments:

Post a Comment