Karena Bukan Mama
Kata mereka yang hebat itu ibu. Kata mereka yang tangguh itu ibu. Kata mereka yang hebat itu wanita beranak yang rela menghabiskan waktunya di rumah mengurus anak, lihai mengerjakan pekerjaan rumah, pandai memasak. Dan, aku tidak punya semua itu. Aku bukan seorang ibu. Aku hanya seorang istri yang tidak pandai memanjakan suami, tak lihai mengerjakan pekerjaan rumah, tak pula pandai meracik ramuan dapur. Aku juga tak menghabiskan waktuku di rumah. Aku lebih sibuk dengan pekerjaan kantorku. Itulah aku. Bukan wanita hebat karena aku tidak seperti kata mereka.
.
.
.
.
Kata mereka "kok bisa gak punya punya anak? ". Kata mereka "kapan punya anak?". Hey, kamu mau tau atau mau tau banget? Atau mau menunjukkan saja bahwa status mu itu lebih tinggi ketimbang aku?. Tidak usah mengusik hidupku. Karena aku tak mengusik hidupmu. Aku juga tak pernah protes dengan segala tingkahmu yang terkadang memang diluar batas kepekaan terhadap sesama. Aku tak peduli.
Inilah aku. Wanita yang tidak hebat karena bukan seorang ibu. Bukan pula wanita yang menyibukkan diri di rumah.
.
.
.
.
Akhirnya aku tau mengapa sahabatku yang belum menikah merasa canggung untuk berbicara kepadaku tentang problemnya. Karena sebijaksana apapun aku menjawabnya tapi aku bukanlah sedang di posisinya. Seperti halnya aku yang sudah menikah tapi bukan seorang ibu ketika aku akan berkeluh kesah tentang problematika kegundahan karena lama belum punya anak kepada teman yang sudah menjadi ibu, itu sangat tidak mudah untuk aku terima. Karena apa? Karena lagi - lagi kita sedang tidak dalam kondisi yang sama. Bisa saja hanya kata "sabar" sebagai masukannya. Jika mood ku sedang tidak pas yang ada aku akan lebih tersinggung.
.
.
.
.
Intinya kepekaan itu perlu. Sekali lagi aku bukan wanita hebat. Wanita yang mudah baper. Jangan hanya menggerutuiku di belakang perihal aku yang baperan karena masalah ini. Karena kalian belum pernah, tidak sedang dalam posisiku.
Jangan pernah menyamakan ceritamu dengan ceritaku. Jika itu tak cukup sepadan, jangan coba pula kamu samakan ceritaku dengan cerita teman - temanmu. Sekali lagi, jangan pernah menyamakan cerita ini dengan cerita kalian karena tidak akan pernah sama sekalipun itu hanya "mirip".
.
.
#janganlupabahagia
0 comments:
Post a Comment