Thursday, 30 April 2020

Evaluasi Teks Percakapan Dekimasu / Dekimasen / Dekimasuka





Assalamualaikum, minasan. Ohayou gozaimasu...
Minasan Genki desuka. Watashi wa okagesama de Genki desu. Alhamdulillah...
Minasan, nihongo hari ini akan membahas percakapan yang minasan sudah buat Minggu lalu. Oh ya selama bulan puasa ini bahasa Jepang Hanya ada 1x daring yaa.... Setelah bab 40 saya akan mengadakan Shiken. Baik, setelah saya baca baca dari percakapan yang minasan buat saya ingin memberikan apresiasi yang luar biasa untuk minasan. Minasan sudah dengan susah payah untuk membuat percakapan yang minasan rasa itu sudah sangat baik untuk diperlihatkan ke saya. Arigatou gozaimsu, minasan. 
Banyak juga yang saya lihat mulai mengeksplor kemampuan bahasa Jepang nya dengan mencari kosa kata yang sekiranya akan bisa lebih mendukung hidupnya percakapan yang minasan buat. 
Itu luar biasa :) 
.
.
.
Terlepas dari usaha minasan yang luar biasa itu ada beberapa koreksi yang ingin saya sampaikan agar ke depan nya semakin bagus. Terkait cara penulisan dan beberapa pola kalimat yang sebenarnya saya paham maksudnya namun ketepatannya masih kurang sempurna. Namanya juga belajar tidak papa kalo masih salah, karena itu sebuah proses. Dan tiap individu bisa mengalami proses yg tentu saja bisa berbeda dengan yang lain. 
.
.
Baik, koreksian saya diantaranya sebagai berikut: 
Mohon minasan perhatikan lagi penulisan kata HAI (ya). Penulisan HAI bukan haiikk atau haaaiiikk... Kalo minasan cara penulisannya sudah agak melenceng otomatis akan menyusahkan minasan ketika menulis Hiragana. Karena minasan masih belajar. 
Selain HAI ada kata IIE (tidak) masih sering saya temui penulisan iee bahkan mungkin ieeek... Tolong diperhatikan.

Oh ya ada juga yang bertanya ke saya. Sensei kalo mau memuji atau mengatakan hebat bagaiamana? Minasan bisa memakai SUGOI (hebat/keren/luarbiasa). Kalo memujinya bisa diucapkan "sugoi desu ne"
di teks percakapan saya temui penulisan SUKKOOIII.. saya bingung maksudnya setelah saya baca percakapan lengkapnya ternyata itu maksudnya SUGOI :) 


Pola kalimat dekimasu / dekimasen / dekimasuka memang 
KB (orang) WA KB (hal) GA dekimasu  (+)
KB (orang) WA KB (hal) GA dekimasen (-)
KB (orang) WA KB (hal) GA dekimasuka  (?)
Namun untuk pengisian KB (hal) tidak semua hal bisa masuk ya. Kita harus memahami kalimat utuhnya. KB (hal) pada pola dekimasu / dekimasen / dekimasen hanya bisa diisi dengan hal yang bersifat Kemahiran / kemampuan contohnya Bahasa Asing, olahraga, tarian, musik, Jenis jenis olahraga, jenis jenis bahasa Asing, jenis jenis tarian, dan lain sebagainya. Jadi, untuk doubutsu, kudamono jelas tidak bisa. Minasan harus memahi utuh arti keseluruhan dalam membuat percakapannya sehingga paham itu sesuai atau tidak. Sekiranya yang masih menggunakan hal yang demikian silakan diedit ya... :) 

Lalu masih berkaitan dengan pola kalimat di atas. Dapat kita simpulkan bahwa sebelum GA dekimasu / GA dekimasen / GA dekimasuka harus diisi dengan hal yang berbentuk pola kata benda. Jadi kalo ingin mengatakan mahir menggambar cukup dengan E GA dekimasu. Tidak perlu E wo kaku. Kata kerjanya langsung dihilangkan saja. Watashi wa e ga dekimasu. Artinya saya bisa menggambar. Kalo memang tetap ingin menggunakan kerja minasan harus ingat pola hobby, di pola hobby minasan ingat yaa untuk membendakan kata kerja caranya adalah dengan mengubah kata kerja menjadi kata kerja bentuk kamus lalu ditambah koto. Kakimasu ( kata kerja golongan 1) kata kerja kamusnya kaku. Watashi wa e kaku koto ga dekimasu. Artinya saya bisa menggambar.  Bisa menggambar lanskap tidak perlu fuukei wo kaku ga dekimasu. Cukup dengan fuukei NO e ga dekimasu. Menggunakan partikel NO karena kata benda bertemu dengan kata benda. Watashi wa fuukei no e ga dekimasu. Artinya saya bisa menggambar lanskap. Jika ingin kata kerjanya ikut berarti watashi wa fuukei no e wo kaku koto ga dekimasu. Artinya saya bisa menggambar lanskap. Nah ini berlaku juga ketika mau mengatakan saya bisa renang. Minasan renang memang oyogimasu bahasa Jepangnya, tapi di aturan pola kalimat hendaknya sebelum ga dekimasu diisi dengan hal kata benda. Jadi minasan cari kata benda saja yaa... Minasan bisa menggunakan suiei. Watashi wa suiei ga dekimasu.  Saya bisa renang.
Sensei,  Kalo saya bingung saya gak tau kata bendanya bagaimana apakah tidak bisa kata kerja dibendakan saja? 
Baik, ini seperti pembahasan saya di atas yaa... Minasan masih ingat pada pola hobby bahwa untuk membendakan kata kerja cukup mengubah kata kerja menjadi bentuk kamus + koto. Oyogimasu (kata kerja golongan 1) bentuk kamusnya Oyogu
Watashi wa oyogu koto ga dekimasu. Artinya Saya bisa renang. 
Oh yaa ada yang saya temui membuat kalimatnya ryouri wo tsukuru ga dekimasu. Hayooo ingat konsep membendakan kata kerja loh yaa... Jadinya,
ryouri wo tsukurimasu jika dibuat ke pola dekimasu bisa pake saja ryouri ga dekimasu atau ryouri wo tsukuro koto ga dekimasu.
Contoh : 
Watashi wa ryouri ga dekimasu.
ATAU
Watashi wa ryouri wo tsukuru koto ga dekimasu. 
Silakan yang masih menyertakan kata kerja tanpa memberi "koto" diubah. 


Watashi wa dansu ga dekimasu
Sama dengan
Watashi wa dansu wo suru koto ga dekimasu.

Watashi wa e ga dekimasu
Sama dengan 
Watashi wa e wo kaku koto ga dekimasu

Watashi wa suiei ga dekimasu
Sama dengan 
Watashi wa oyogu koto ga dekimasu

Watashi wa gitaa ga dekimasu
Sama dengan
Watashi wa gitaa wi hiku koto ga dekimasu

Itu saja yaa. Silahkan dilenyepi. Jika ada yang masih kurang faham silakan ditanyakan di kolom komentar postingan saya. 

Arigatou gozaimasu...

0 comments:

Post a Comment