Imaji pasca hujan
Akibat membaca status ibu - ibu muda alias mahmud kece. Aku yang sedang duduk di teras rumah tetiba memiliki imaji. Misalkan ya aku punya anak nanti (belum tau kapan) kalo dia nangis oek oek mungkin aku akan panik. Bahasa kasarnya "aduh... Aku kudu piye iki? Adek knopo yo?". Tapi, imajiku di sini ada suami di sebelahku yang dia berkata dengan kalemnya "Tenang... Tenang... Kita belajar sama - sama ya. Kita lihat dulu popoknya ya, jangan - jangan ngompol. Oh, enggak ngompol. Coba ya aku tanya kamu terakhir nyusui dia kapan? (Ceritanya bayanginnya ini pake ASI no sufor). Uda tadi banget kan? Mungkin dia haus".
.
.
.
.
Lalu, aku menjawab denga wajah kecewa "oh... Iya... Yaah, gini aja aku gak paham :( ".
Suami menjawab "gak papa. Sabar sabar... Namanya juga baru pertama. Ini namanya belajar. Kalo belajar langsung betul terus mana ada kamu mau terus belajar".
.
.
.
Tiba - tiba imajiku buyar ketika ada panggilan dari ibu untuk makan malam. Wkwkwwk...
.
.
.
.
Itu tadi hanya imaji saja. Padahal kenyataan di lapangan mungkin tak sesederhana imajiku itu. Tapi, dari sini mungkin aku bisa belajar bahwa dari sekarang aku harus belajar untuk terus belajar dengan hal - hal yang baru dan belajar sabar.
0 comments:
Post a Comment